Berita Positif Surabaya dan Sekitarnya

Primary Navigation

Social Navigation

Mahasiswa PENS Ditemukan Meninggal di Kos, Polisi Masih Dalami Motif

News

SURABAYA – Seorang mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ditemukan meninggal dunia di rumah kos kawasan Keputih, Sukolilo, Surabaya, pada Rabu (16/9/2026) dini hari. Polisi menduga mahasiswa tersebut meninggal akibat bunuh diri dan masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab di balik kejadian tersebut.

Korban berinisial RPA, 20 tahun, merupakan mahasiswa semester lima asal Sidoarjo. Ia ditemukan di area depan rumah kosnya di Jalan Keputih Makam, Blok B, Sukolilo. Petugas BPBD Surabaya menerima laporan terkait kejadian tersebut dan tiba di lokasi sekitar pukul 04.10 WIB untuk melakukan evakuasi bersama kepolisian.

Hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara mengarah pada dugaan bunuh diri. Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Iptu Ari Widodo mengatakan, polisi masih berkoordinasi dengan dokter RS Bhayangkara untuk memastikan penyebab kematian korban. Dengan demikian, motif yang melatarbelakangi tindakan tersebut hingga kini belum dapat dipastikan.

Kapolsek Sukolilo AKP Yunus Kurniawan mengatakan, pihaknya masih mendalami kemungkinan persoalan yang dialami korban sebelum kejadian. Menurut keterangan sementara yang diperoleh polisi, persoalan keluarga maupun asmara masih menjadi kemungkinan yang perlu didalami. Namun, polisi belum menyimpulkan salah satu di antaranya sebagai penyebab.

Korban diketahui baru sekitar dua bulan tinggal di rumah kos tersebut. Polisi juga memperoleh keterangan bahwa korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan jarang berkomunikasi dengan penghuni kos lainnya. Teman-teman satu kos disebut tidak pernah mendengar korban menceritakan persoalan keluarga ataupun masalah asmara yang sedang dihadapinya.

Sebelum ditemukan meninggal, terdapat informasi mengenai kondisi korban yang sempat mengkhawatirkan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh [tuliskan sumber/narasumber di sini], korban sebelumnya sempat menunjukkan tanda-tanda hendak mengakhiri hidup saat berada di lingkungan kampus. Seorang teman yang mengetahui kondisi tersebut kemudian melaporkannya kepada dosen. Upaya pencegahan sempat dilakukan dan benda yang dibawa korban ketika itu diamankan.

Namun, detail mengenai peristiwa tersebut perlu dikonfirmasi kembali kepada pihak PENS, dosen, atau teman korban sebelum dipublikasikan sebagai fakta. Hal ini penting agar pemberitaan tidak membangun hubungan sebab-akibat yang belum dibuktikan antara kejadian di kampus dan kematian korban.

Peristiwa tersebut kemudian berlanjut dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia di area depan kos pada dini hari. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkannya kepada pihak berwenang. Polisi bersama tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan olah TKP sebelum jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Surabaya.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara pasti rangkaian peristiwa dan persoalan yang dialami korban sebelum meninggal dunia. Karena motif belum diketahui, berbagai dugaan mengenai penyebab kejadian sebaiknya tidak disimpulkan sebagai fakta sebelum terdapat keterangan resmi dari pihak yang berwenang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *