SWK Srikana, Bukan Sekadar Tempat Makan, tetapi Ruang Cerita Mahasiswa Kampus B UNAIR
SURABAYA — Bagi sebagian mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR), kawasan kampus bukan hanya tempat untuk mengikuti perkuliahan. Di sela-sela kesibukan akademik, mahasiswa membutuhkan ruang untuk beristirahat, berbincang, bertukar cerita, hingga sekadar menghabiskan waktu bersama teman.
Salah satu tempat yang memiliki suasana tersebut adalah Sentra Wisata Kuliner (SWK) Srikana yang berada di kawasan Kampus B UNAIR, Surabaya.
SWK Srikana memang dikenal sebagai salah satu tempat bagi mahasiswa untuk menikmati berbagai pilihan makanan dan minuman. Namun, bagi mahasiswa Kampus B UNAIR, tempat ini memiliki fungsi yang lebih luas. Srikana menjadi ruang pertemuan, tempat berbagi cerita, hingga lokasi untuk menghabiskan waktu bersama teman setelah menjalani aktivitas perkuliahan.
Suasana yang santai membuat mahasiswa tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga untuk bercengkerama atau yang biasa disebut mahasiswa sebagai cangkrukan. Obrolan ringan mengenai perkuliahan, kehidupan sehari-hari, hingga berbagai cerita personal kerap menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa ketika berada di tempat tersebut.
Bagi mahasiswa, momen sederhana seperti duduk bersama teman sambil menikmati makanan dan minuman justru dapat menjadi kenangan yang membekas. Tidak jarang, waktu yang awalnya hanya direncanakan untuk makan berubah menjadi percakapan panjang yang berlangsung hingga berjam-jam.
Salah satu mahasiswa, Bagus Nurchidayah, mengungkapkan bahwa Srikana memiliki arti tersendiri bagi dirinya dan teman-temannya.
“Srikana nggak hanya tempat buat makan sih, kita di sana banyak banget kisah seru dengan teman. Saling bertukar minuman, makanan, pikiran. Asyik banget ini tempat, terima kasih kepada yang sudah membangun tempat Srikana ini,” ujar Bagus.
Menurutnya, pengalaman yang tercipta di Srikana menjadi salah satu hal yang membuat tempat tersebut terasa berbeda. Interaksi sederhana seperti saling berbagi makanan dan minuman hingga bertukar pikiran menjadi bagian dari cerita perjalanan mahasiswa selama berada di bangku perkuliahan.
Tempat Bertemu dan Bertukar Cerita
Keberadaan SWK Srikana turut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi di luar lingkungan kelas. Setelah mengikuti kegiatan akademik, mahasiswa dapat berkumpul bersama teman tanpa harus berada dalam suasana formal.
Kondisi tersebut menjadikan Srikana tidak hanya memiliki fungsi sebagai pusat kuliner, tetapi juga sebagai ruang sosial bagi mahasiswa. Di tempat inilah berbagai percakapan berlangsung secara spontan, mulai dari membahas tugas kuliah hingga membicarakan rencana kegiatan bersama.
Bagi mahasiswa Kampus B UNAIR, aktivitas seperti makan bersama dan cangkrukan dapat menjadi bagian dari keseharian yang sederhana, tetapi memiliki nilai tersendiri. Pertemuan yang berlangsung berulang kali membuat tempat tersebut perlahan menjadi bagian dari perjalanan kehidupan mahasiswa.
Dari Sepiring Makanan Menjadi Sebuah Kenangan
Kehadiran tempat seperti SWK Srikana menunjukkan bahwa sebuah ruang publik dapat memiliki makna yang lebih luas dari fungsi awalnya. Makanan mungkin menjadi alasan seseorang datang, tetapi interaksi dan cerita bersama teman dapat menjadi alasan seseorang mengingat tempat tersebut.
Bagi mahasiswa yang setiap hari menjalani rutinitas perkuliahan, momen berkumpul di Srikana menjadi salah satu cara untuk melepas penat. Tawa, obrolan, berbagi makanan, hingga percakapan mengenai berbagai hal menjadi bagian dari suasana yang membuat tempat ini memiliki kenangan tersendiri.
Pada akhirnya, Srikana bukan hanya tentang apa yang tersaji di atas meja. Tempat ini juga tentang siapa yang duduk bersama, cerita apa yang dibicarakan, dan kenangan apa yang tercipta.
Bagi mahasiswa Kampus B UNAIR, Srikana menjadi salah satu ruang yang menyimpan potongan kecil dari perjalanan mereka selama menjadi mahasiswa—tempat di mana sepiring makanan dapat membuka percakapan, secangkir minuman dapat dibagi bersama, dan pertemuan sederhana dapat berubah menjadi sebuah kenangan.
