Bukan Sekedar Tahu Nama! Mahasiswa Keperawatan UNAIR Ajak Ngobrol Remaja Nganjuk Soal Leukemia
SURABAYA — Memahami gejala penyakit sejak dini jelas jauh lebih penting ketimbang sekadar hapal namanya saja. Berangkat dari keresahan akan minimnya edukasi medis yang tepat di kalangan remaja, rombongan mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) memboyong program edukasi kesehatan interaktif langsung ke SMAN 1 Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan pengabdian masyarakat khas anak muda ini diikuti oleh 28 siswa yang tampak antusias sepanjang acara. Sesi sharing yang dikemas santai namun tetap padat informasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengajak para pelajar membedah fakta seputar leukemia secara menyeluruh. Kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah dan sumsum tulang ini memang perlu dipahami dari akar gejalanya agar tidak memicu kepanikan yang tidak perlu di tengah masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak untuk lebih peka mengenali berbagai “alarm” tubuh yang patut diwaspadai. Beberapa indikasi klinis yang dipaparkan antara lain rasa lemas berlebihan, wajah pucat, demam yang sering kambuh, kemunculan memar tanpa sebab jelas, perdarahan yang tidak biasa, hingga rasa nyeri pada area tulang dan sendi. Lewat penjelasan yang lugas, mahasiswa UNAIR menekankan bahwa kemunculan gejala tersebut tidak bisa langsung disimpulkan sebagai leukemia tanpa adanya tes laboratorium dari tenaga medis resmi.
Tak hanya menyampaikan materi lewat presentasi visual dan media leaflet yang ciamik, para mahasiswa juga membuka ruang diskusi yang dinamis. Dalam sesi tanya jawab, para pelajar diajak untuk berpikir lebih kritis dan bijak dalam menyaring informasi kesehatan yang beredar luas di media sosial. Edukasi ini dinilai sangat krusial agar generasi muda tidak terjebak dalam fenomena self-diagnosis yang berpotensi memicu kecemasan salah arah.
Guna mengukur efektivitas kegiatan, tim mahasiswa menyisipkan sesi tes singkat sebelum dan sesudah materi disampaikan (pre-test dan post-test). Hasil evaluasi mencatat adanya lonjakan pemahaman yang signifikan dari para peserta. Selain membawa dampak positif bagi para pelajar SMAN 1 Sukomoro, agenda turun ke lapangan ini menjadi ajang pembuktian dan latihan berharga bagi calon perawat masa depan UNAIR dalam mengasah kemampuan komunikasi publik yang komunikatif, ramah, serta mudah dipahami oleh masyarakat luas.
