Sekolah Rakyat BEM Vokasi UNAIR: Cara Ampuh Mahasiswa Surabaya Atasi Kejenuhan Belajar Siswa SD
SURABAYA – Kesenjangan metode pengajaran di kawasan padat penduduk kota metropolitan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM menginisiasi program Sekolah Rakyat 2026 di SD Budi Dharma, Wonokromo. Kehadiran para akademisi muda pada Jumat (16/10/2026) ini menawarkan alternatif pembelajaran lintas disiplin yang terbukti ampuh mengatasi kejenuhan siswa terhadap rutinitas kelas yang kaku, sekaligus memberikan referensi pengajaran baru bagi ekosistem pendidikan lokal.
Konstruksi kurikulum sosial yang dibawa oleh BEM Vokasi UNAIR sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan karakter modern. Mereka mengintegrasikan kecerdasan spiritual lewat rutinitas ibadah pagi bersama, kecerdasan kognitif melalui eksperimen fisika aplikatif, dan kecerdasan motorik lewat lokakarya daur ulang. Praktik pembuatan roket air untuk menjelaskan Hukum Newton III menjadi instrumen utama yang mendisrupsi cara belajar konvensional. Siswa diajak melihat bahwa lingkungan sekitar, mulai dari tekanan udara hingga air, adalah laboratorium hidup yang bisa dipelajari tanpa harus menghafal teks panjang dari buku pelajaran.
Aspek kepedulian lingkungan juga tidak luput dari sasaran program ini. Mahasiswa mengajarkan nilai guna ulang (upcycling) kepada para siswa dengan mengubah barang tak terpakai seperti galon air dan wadah sampah menjadi media tanam yang bernilai seni. Langkah taktis mahasiswa vokasi ini sejalan dengan pernyataan Wakil Ketua BEM Vokasi UNAIR yang menegaskan bahwa orientasi pendidikan vokasi sejatinya adalah memberikan solusi praktis, baik untuk kebutuhan industri maupun pemberdayaan sosial di masyarakat. Intervensi semacam ini diharapkan dapat diadopsi lebih luas untuk menciptakan ekosistem sekolah dasar yang lebih dinamis di Surabaya.
