Tak Sekadar Siap Kerja, Mahasiswa Vokasi Unair Didorong Ciptakan Inovasi Bernilai Paten
SURABAYA — Mahasiswa program vokasi saat ini dituntut tidak sekadar lulus dan siap kerja. Di tengah perubahan kebutuhan masyarakat yang kian kompleks, mereka didorong untuk mampu melakukan riset terapan, memecahkan masalah industri, hingga menciptakan inovasi yang bernilai paten.
Hal tersebut menjadi sorotan utama dalam penyelenggaraan International Conference on Vocational Innovation and Applied Sciences (ICVIAS) 2026 oleh Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) di ASEEC Tower, Surabaya, Kamis (15/10/2026). Acara ini mempertemukan peneliti dari Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Indonesia.
Dekan Fakultas Vokasi UNAIR, Prof. Dian Yulie Reindrawati, menjelaskan bahwa kampus memfasilitasi mahasiswa dan dosen secara penuh melalui lokakarya publikasi dan hak kekayaan intelektual (HKI). Langkah ini diambil untuk memastikan ide-ide inovatif tidak hanya berakhir sebagai tugas akhir, tetapi bisa dikembangkan menjadi produk riil.
Melalui ajang ini, publik disuguhkan pada kekuatan utama pendidikan vokasi, yakni kedekatan antara pembelajaran kelas dan praktik lapangan. Karya-karya inovatif yang dipamerkan diharapkan dapat segera diadopsi oleh pelaku industri lokal di Surabaya untuk mendukung percepatan ekonomi daerah.
