Warga Keluhkan Penutupan Jalan Saat Surabaya Marathon, Sejumlah Penumpang Kereta Terancam Ketinggalan Jadwal
SURABAYA – Pelaksanaan Surabaya Marathon pada Minggu (2/8) menuai beragam respons dari masyarakat. Di satu sisi, ajang olahraga tersebut mendapat apresiasi karena mampu menghidupkan sport tourism dan mendorong perputaran ekonomi. Namun di sisi lain, sejumlah warga mengeluhkan penutupan dan pengalihan arus lalu lintas yang menyebabkan perjalanan menuju berbagai titik, termasuk stasiun kereta api, menjadi terhambat.
Keluhan ramai bermunculan di media sosial. Sejumlah pengguna membagikan pengalaman mereka yang kesulitan menuju stasiun akibat banyaknya ruas jalan yang ditutup selama perlombaan berlangsung. Kondisi tersebut membuat beberapa calon penumpang khawatir terlambat, bahkan ada yang mengaku hampir tertinggal jadwal keberangkatan kereta.
Salah satu unggahan di platform X yang ramai diperbincangkan datang dari akun @sabriniasah, yang menulis:
“Gila dia bener2 acaranya, yg pesepeda dijadiin satu sama mobil motor. Ini untung aja ke kejar tiket keretaku.”
Unggahan tersebut menggambarkan keresahan sebagian masyarakat yang menilai rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan marathon masih menyulitkan pengguna jalan. Beberapa warganet lainnya juga menyampaikan keluhan serupa, mulai dari akses menuju stasiun yang tertutup hingga harus memutar cukup jauh karena sejumlah ruas jalan tidak dapat dilalui.
Surabaya Marathon memang menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama demi mendukung keamanan dan kelancaran perlombaan. Informasi mengenai penutupan jalan telah diumumkan sebelumnya oleh panitia dan pihak kepolisian melalui berbagai kanal informasi.
Meski demikian, warga berharap penyelenggaraan event serupa di masa mendatang dapat disertai koordinasi yang lebih baik, terutama terkait akses menuju fasilitas publik seperti stasiun, terminal, rumah sakit, dan kawasan vital lainnya. Mereka juga mengusulkan agar jalur alternatif dibuat lebih jelas serta sosialisasi penutupan jalan dilakukan lebih masif agar masyarakat dapat mengatur waktu perjalanan dengan lebih baik.
Di sisi lain, Surabaya Marathon tetap menjadi salah satu agenda olahraga terbesar di Kota Pahlawan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah. Pemerintah Kota Surabaya berharap penyelenggaraan ajang ini dapat meningkatkan citra kota sebagai destinasi sport tourism tanpa mengabaikan kenyamanan masyarakat yang tetap beraktivitas di hari pelaksanaan.