Pidato Kiai Gontor di Hadapan Prabowo: Soroti Pendidikan, Integritas, dan Bahaya Mentalitas “Mencari Gelar”
PONOROGO — Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal, menyampaikan pesan kuat dalam pidatonya di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Hasan menyinggung sejumlah persoalan pendidikan, mulai dari orientasi mencari ijazah hingga pentingnya membangun karakter generasi bangsa.
Dalam pidatonya, Kiai Hasan menyampaikan bahwa pendidikan tidak seharusnya hanya berorientasi pada pencapaian formal seperti gelar atau ijazah. Menurutnya, pendidikan harus melahirkan manusia yang memiliki nilai, tanggung jawab, serta kemampuan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Di Ujung Jurang”: Pesan tentang Arah Pendidikan Bangsa
Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam pidato tersebut adalah penggunaan istilah metaforis tentang kondisi bangsa yang disebut berada di situasi penuh tantangan. Kiai Hasan menggambarkan perlunya kehati-hatian dalam menentukan arah pendidikan agar tidak kehilangan tujuan utama.
Ia menekankan bahwa lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab bukan hanya mencetak lulusan secara akademik, tetapi juga membentuk kepribadian dan kepemimpinan.
Pesan tersebut disampaikan dalam momentum satu abad perjalanan Gontor, sebuah pesantren yang sejak berdiri membawa konsep pendidikan berbasis nilai, kedisiplinan, dan kemandirian.
Pesan untuk Pemerintah: Pendidikan sebagai Fondasi Bangsa
Di hadapan Presiden Prabowo, Kiai Hasan juga menyampaikan pandangan mengenai pentingnya perhatian terhadap dunia pendidikan. Ia menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun masa depan Indonesia.
Prabowo hadir dalam acara tersebut sebagai bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyampaikan sejumlah pesan terkait perjuangan bangsa dan isu internasional, termasuk dukungan terhadap Palestina.
Gontor dan Perjalanan 100 Tahun Pendidikan
Peringatan satu abad Gontor menjadi momentum refleksi perjalanan panjang pesantren tersebut dalam dunia pendidikan Indonesia. Selama satu abad, Gontor dikenal dengan sistem pendidikan yang menggabungkan pembelajaran agama, bahasa, kepemimpinan, dan pembentukan karakter santri.
Melalui pidatonya, Kiai Hasan kembali menegaskan bahwa tantangan pendidikan masa depan bukan hanya soal mencetak orang pintar, tetapi juga membangun manusia yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap bangsa.
