Melintasi Batas Budaya dan Bahasa: Pengalaman Dokter Muda UNAIR Menembus Ruang Bedah di Mesir
SURABAYA — Memasuki ruang operasi di negara asing dengan bahasa dan kebiasaan yang berbeda tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Pengalaman berharga inilah yang dirasakan oleh Noviandini Nur Ayu Rahmania dan Annisa Vidya Asmara saat mengikuti program SCOPE Exchange IFMSA di Giza, Mesir.
Selama empat minggu bertugas di The Memorial Souad Kafafi University Hospital, dua mahasiswa FK UNAIR ini tidak hanya diajak membedah teori ilmiah bersama para dokter spesialis Mesir, tetapi juga mengalami langsung dinamika pelayanan kesehatan di kawasan Afrika Utara. Perbedaan waktu aktivitas, kebiasaan lokal, hingga tantangan culture shock di lingkungan rumah sakit internasional menjadi makanan sehari-hari yang harus mereka taklukkan.
Namun, hambatan budaya tersebut perlahan luluh ketika mereka membaur dalam tim medis di ruang bedah. Dari pengamatan tindakan operasi bedah laparoskopi hingga pembedahan kardiotoraks yang rumit, keduanya belajar bahwa etika, empati, dan komunikasi yang efektif adalah bahasa universal seorang dokter.
“Pengalaman ini membuktikan bahwa kompetensi calon dokter tidak cuma soal nilai akademik, tapi juga tentang bagaimana kita berkomunikasi, beradaptasi, dan menjaga etika profesi di mana pun kita berada,” penuturan mereka menjadi refleksi penting bagi generasi muda yang ingin melangkah ke kancah global.
