Inovasi Kecerdasan Buatan Ksatria Airlangga Sabet Medali di Ajang Internasional Malaysia
Tim peneliti gabungan yang mengatasnamakan Tim Ksatria Airlangga sukses mengukir prestasi di kancah internasional. Mereka membawa pulang Bronze Medal dari ajang The MJIIX International Research and Innovation Competition 2026 untuk kategori International and Open Public, Senin (28/9).
Kompetisi riset dan inovasi bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Malaysia-Japan International Institute of Technology (MJIIT), salah satu fakultas di Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Penghargaan internasional tersebut diraih berkat pengembangan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence) bernama GOVSHIELD AI. Teknologi ini dirancang sebagai AI Decision Support System berbasis bukti (evidence-based) untuk membantu tata kelola regulasi, kepatuhan, serta pengelolaan dokumen terstruktur secara inklusif.
Inovasi digital ini merupakan hasil kolaborasi riset lintas negara yang dipimpin oleh akademisi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR), Dr. Amaliyah, S.AB., M.M.
Dalam tim tersebut, Dr. Amaliyah bekerja sama dengan tiga peneliti dari Vokasi UNAIR, yakni Resyan Guntur Eka, Inaya Astri, dan Rizky Amalia Sinulingga, S.Ak., M.A.B., serta menggandeng peneliti dari UTM Malaysia, Dr. Muhammad Iqbal Ar Rasyid.
“Pengembangan GOVSHIELD AI ditujukan untuk menjawab tantangan efisiensi birokrasi dan tata kelola dokumen hukum agar proses pengambilan keputusan berbasis data menjadi lebih transparan,” tulis keterangan resmi penyelenggara ajang inovasi tersebut, Senin (28/9).
Integrasikan AI untuk Efisiensi Regulasi
Melalui riset yang dilakukan, tim tersebut mengintegrasikan algoritma AI untuk memproses dokumen-dokumen terstruktur secara otomatis, sehingga memudahkan instansi dalam memantau kepatuhan regulasi.
Pada sesi penjurian di UTM Malaysia, keunggulan sistem dalam mengolah data serta keandalan fungsi decision support system menjadi poin utama yang menghantarkan inovasi asal Indonesia ini meraih penghargaan di kategori Open Public.
Capaian tim ini menambah deretan inovasi terapan dari akademisi Indonesia yang berhasil mendapatkan pengakuan di tingkat Asia Tenggara.
