Gratis Senilai Rp 2 Miliar: NoLimit Bekali Mahasiswa Vokasi Unair dengan Dashboard Media Monitoring Berbasis AI
SURABAYA – Belajar analisis media kini tak lagi sebatas membaca teori di kelas bagi mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair). PT NoLimit Teknologi Indonesia memberikan akses gratis dashboard media monitoring kepada 100 mahasiswa, dengan nilai fasilitas yang setara Rp 2 miliar. Dashboard ini ditopang teknologi big data dan kecerdasan buatan (AI).
CEO NoLimit, Aqsath Rasyid Naradhipa, mengungkapkan bahwa langkah ini menjadi cara perusahaan mendukung pengembangan keterampilan praktis mahasiswa vokasi, supaya mereka lebih siap saat memasuki dunia kerja.
Lewat dashboard tersebut, mahasiswa bisa mempraktikkan cara memantau isu, menganalisis percakapan di media, menyusun perencanaan kampanye (campaign planning), serta merancang strategi media (media planning). Mereka juga tidak perlu membayar langganan untuk berlatih memakai perangkat analisis data ini.
Aqsath memandang kemampuan menguasai teknologi analisis data sebagai keterampilan yang sedang dicari industri. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu diberi ruang untuk menggunakan teknologi secara langsung selama masa kuliah. Hasilnya, mereka tidak hanya paham konsep big data dan AI di atas kertas, tetapi juga tahu bagaimana teknologi itu dipakai untuk menganalisis isu dan merencanakan komunikasi.
Ia berharap dukungan ini menjadi modal kompetensi bagi mahasiswa ketika terjun ke dunia profesional, khususnya di bidang media, komunikasi, analisis data, dan perencanaan kampanye.
Teori dan Praktik Berjalan Beriringan
Pemberian akses ini sejalan dengan prinsip pendidikan vokasi yang menyeimbangkan teori dan praktik. Dengan dashboard media monitoring, mahasiswa terbiasa mengolah informasi dan membaca perkembangan isu berbasis data, keterampilan yang berguna untuk menyusun strategi komunikasi yang lebih terukur.
Di sisi lain, Dekan Fakultas Vokasi Unair, Prof. Dian Yulie Reindrawati, S.Sos., M.M., Ph.D., menilai pendidikan vokasi hanya bisa berkembang jika berkolaborasi dengan banyak pihak, sehingga inovasi dari sivitas akademika bisa dikenal dan berdampak lebih besar.
Dian menuturkan, 20 program studi di Vokasi Unair telah menghasilkan banyak kegiatan dan inovasi, tetapi belum semuanya tertangkap perhatian publik. Ia berharap kehadiran media nasional dan internasional dapat membuka wawasan baru masyarakat tentang Vokasi Unair.
Ia menambahkan, kerja sama dengan media dan industri dibutuhkan untuk memperkuat publikasi sekaligus mendorong hasil riset keluar dari jurnal agar bisa diterapkan di masyarakat. Menurut Dian, yang dibutuhkan adalah eksposur luas supaya publikasi Vokasi lebih bermanfaat dan berdampak lewat aplikasi serta aksi nyata.
Dian berharap berbagai kemitraan dapat memperluas jangkauan inovasi Fakultas Vokasi Unair dan membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri. Ia pun ingin publikasi dan kolaborasi yang terbangun tidak hanya menjangkau lingkup lokal, tetapi juga nasional hingga internasional.
