Dayung Itu Sempat Ia Simpan, Lalu Aliyyah Pulang dengan Gelar Juara
SURABAYA – Ada keputusan yang terasa berat bagi seorang atlet: berhenti demi sesuatu yang lain. Itulah yang dilakukan Aliyyah Nuhaa saat memasuki bangku kuliah di Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Arung jeram, olahraga yang ia tekuni sebelum menjadi mahasiswa, ia kesampingkan agar perkuliahan mendapat perhatian penuh.
Namun sungai ternyata memanggilnya kembali. Pada 3–6 September 2026, Aliyyah turun di Jombang Rafting Festival dan pulang sebagai juara pertama tingkat provinsi.
Arung jeram adalah olahraga menyusuri sungai berarus deras dengan perahu karet. Menaklukkan arus seperti itu tentu tidak mudah, apalagi setelah sempat rehat dari dunia atlet. Namun, Aliyyah membuktikan bahwa ia bisa kembali ke arena dan menang.
Kemenangan itu menghidupkan lagi keinginan lamanya untuk menjadi atlet. Tawaran melaju ke tingkat nasional pun datang. Tantangannya, ia harus meninggalkan perkuliahan sekitar satu bulan, harga yang tidak ringan bagi mahasiswa yang menaruh pendidikan di urutan pertama.
Satu bulan tanpa kuliah bukan waktu yang singkat. Aliyyah sadar bahwa pilihan ini akan berpengaruh pada studinya. Ia perlu menimbang apa yang akan didapat dan apa yang harus ditinggalkan.
Aliyyah memilih berpikir panjang. Baginya, jalan kembali ke arena harus selaras dengan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa. Ia ingin prestasi olahraganya terus tumbuh tanpa mengorbankan studi. Dan bagi siapa pun yang ingin mencoba arung jeram, pesannya sederhana: siapkan diri dengan serius.
Kisah Aliyyah mengingatkan bahwa prestasi tidak selalu menuntut orang memilih satu jalan saja. Dengan pertimbangan yang matang, minat dan pendidikan bisa berjalan bersama. Dayung itu kini kembali ia genggam, tetapi pendidikan tetap ia letakkan di urutan pertama.
