Jadikan Jatim Laboratorium Hidup K3, Kolaborasi UNAIR-UPM Malaysia Padukan Ketajaman Analisis Industri dan Pesona Wisata
SURABAYA – Provinsi Jawa Timur, dengan Surabaya dan Gresik sebagai episentrum perindustriannya, menyimpan potensi luar biasa sebagai “laboratorium hidup” bagi studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Membaca peluang emas ini, Fakultas Vokasi dan FKM Universitas Airlangga (UNAIR) mengambil langkah strategis dengan mengundang Universiti Putra Malaysia (UPM) dalam forum Joint Class in Occupational Health. Kolaborasi lintas negara ini menyajikan paket komplit yang merangkum ketajaman analisis akademik, pemecahan masalah di sektor industri nyata, hingga eksplorasi kekayaan pariwisata lokal yang tak ternilai harganya.
Daya tarik utama dari program kepemimpinan akademik ini terletak pada metode pembelajarannya yang mendobrak sekat-sekat ruang kelas. Setelah dibekali landasan teori mengenai Hygiene Standard dan tata cara penilaian risiko, para delegasi tidak dibiarkan berimajinasi. Mereka diterjunkan langsung ke jantung perindustrian di PT Fertilizer Inti Technology, JIIPE, Gresik. Di lapangan, mahasiswa UNAIR dan UPM bahu-membahu menelaah potensi bahaya, mengukur kualitas udara, dan menyusun Health Risk Assessment (HRA). Presentasi hasil temuan yang disidangkan langsung di hadapan direksi perusahaan melatih nyali dan profesionalisme mahasiswa dalam mengomunikasikan celah keselamatan kerja secara lugas dan berdasar data otentik.
Menyempurnakan padatnya agenda riset, sivitas akademika UNAIR merancang rute penjelajahan budaya yang menawan. Cultural visit ini membentang dari denyut historis metropolis Surabaya—menyusuri Tunjungan, Kota Lama, hingga romansa Kali Mas—menuju kemegahan alam pegunungan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Interaksi kasual di lautan pasir Bromo hingga kunjungan ke sentra UMKM seperti Batik Benang Raja sukses merekatkan hubungan emosional antar-mahasiswa kedua negara. Melalui arsitektur acara yang holistik ini, UNAIR tidak sekadar memfasilitasi transfer keilmuan, tetapi juga menegaskan posisi Jawa Timur sebagai destinasi pendidikan terkemuka yang ramah, inovatif, dan berwawasan global.
