Membedah Gaya Kepemimpinan Mahasiswa Era Kini: Catatan Kritis dari pertemuan HIMA Vokasi UNAIR dan UPN Veteran Jatim
SURABAYA – Eksistensi organisasi kemahasiswaan sering kali terjebak pada rutinitas internal yang repetitif dan minim inovasi. Namun, anomali positif justru ditunjukkan oleh Himpunan Mahasiswa D3 Perpajakan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR). Sadar akan bahaya stagnasi, mereka melakukan manuver strategis melalui Campus Visit II 2026 dengan mengunjungi Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMAK) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) pada akhir pekan lalu. Pertemuan ini membedah kultur kepemimpinan mahasiswa Surabaya era kini.
Mengangkat tajuk “Beyond Numbers: Connecting Ideas, Creating Impact”, agenda ini seolah menjadi antitesis dari stereotip mahasiswa ekonomi yang kaku. Alih-alih berdebat soal regulasi fiskal atau standar akuntansi, forum ini dialihfungsikan menjadi laboratorium kepemimpinan. Delegasi dari kedua institusi secara kritis membandingkan efisiensi birokrasi himpunan, cara memitigasi krisis internal, hingga pendekatan psikologis dalam mengelola SDM sukarela (mahasiswa). Langkah benchmarking eksternal ini membuktikan tingkat kematangan berorganisasi yang tinggi, di mana mereka tidak lagi sungkan untuk mengakui keunggulan sistem kampus lain guna diadaptasi secara lokal.
Farah Nadiya Putri, tokoh sentral di balik pelaksanaan acara ini, memaparkan bahwa keberanian melihat “keluar” adalah prasyarat mutlak untuk bertumbuh. “Harapannya, pengalaman yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan baru, tetapi juga bisa menjadi bahan evaluasi dan membawa perubahan positif,” tuturnya. Fenomena ini memberikan sinyal kuat bagi lanskap pendidikan tinggi di Surabaya: bahwa ruang kuliah hanya memberikan dasar keilmuan, sementara keluwesan beradaptasi dan berkolaborasi mutlak ditempa melalui dialektika lintas kampus seperti ini.
