Siasat Kampus Atasi Wabah TBC Jatim: Vokasi UNAIR Bekali Kader Banyuwangi Buku Saku Pintar dan Literasi Rontgen
BANYUWANGI – Ancaman penularan Tuberkulosis (TBC) di wilayah Jawa Timur menuntut penanganan yang sistematis dan berkesinambungan, tidak terkecuali di Kabupaten Banyuwangi yang mencatatkan ribuan kasus aktif setiap tahunnya. Menyadari beban berat yang dipikul oleh fasilitas kesehatan primer tingkat kecamatan, Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) mengambil inisiatif strategis dengan meluncurkan program pengabdian masyarakat PINTAR-TB yang berpusat di Puskesmas Tegalsari.
Fokus utama dari intervensi akademis ini adalah penguatan kapasitas kader kesehatan desa sebagai komunikator utama penyuluhan warga. Tim pakar vokasi UNAIR membongkar kebiasaan edukasi yang monoton dengan mengintroduksi pemahaman klinis dasar, seperti tata cara membaca hasil pemeriksaan radiologi dada (rontgen toraks). Tidak berhenti di pendekatan klinis konvensional, para kader juga dilatih untuk memanfaatkan potensi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai terapi adjuvan (pendamping obat utama) yang terbukti secara ilmiah mampu membantu memulihkan kondisi fisik pasien TBC secara lebih optimal.
Demi menjaga keberlanjutan program pasca latihan, tim pengabdian UNAIR turut menyerahkan instrumen vital berupa Buku Saku PINTAR-TB. Ani Sulistyo, representasi kader dari Desa Tegalsari, menyatakan bahwa modul fisik tersebut sangat aplikatif dan memberikan amunisi pengetahuan baru yang krusial untuk menjawab keraguan warga desa terhadap prosedur pemeriksaan medis. Dengan pendekatan kultural dan literasi yang masif ini, diharapkan rantai kepatuhan pengobatan pasien TBC di wilayah pedesaan dapat meningkat drastis.
