Penerapan Ekonomi Sirkular Skala Rumah Tangga: Potensi dan Keberlanjutan Inovasi Eco Enzim FSTeM UB
MALANG — Akumulasi sampah organik rumah tangga masih menjadi tantangan utama dalam tata kelola lingkungan perkotaan. Mengubah persepsi masyarakat terhadap sampah dari bahan buangan menjadi komoditas ekonomi membutuhkan edukasi teknis dan pemanduan yang konsisten. Langkah yang diinisiasi Kompartemen Biokimia FSTeM Universitas Brawijaya di Kelurahan Pandanwangi menjadi model intervensi berbasis kimia terapan yang aplikatif.
Pemanfaatan teknik fermentasi anaerobik pada limbah kulit buah dan buah busuk memicu pembentukan molekul enzim cair (eco enzim). Enzim ini memiliki spektrum fungsi yang luas, mulai dari agen pembersih alami hingga pembenah tanah. Menariknya, tim riset FSTeM UB memutakhirkan aplikasi eco enzim ke taraf produk konsumsi dan perawatan rumah tangga, seperti sabun berbahan dasar alami hingga pemanfaatan fermentasi tepache dari kulit nanas.
Pendekatan ekonomi sirkular ini menekan pengeluaran belanja harian rumah tangga sekaligus membuka peluang wirausaha sosial (social entrepreneurship) berbasis lingkungan di tingkat kelurahan.
Faktor kunci keberhasilan program ini terletak pada integrasi kegiatan KKN 4 SKS mahasiswa. Adanya pendampingan dan pemantauan terus-menerus selama tiga minggu pascapelatihan memastikan proses pematangan fermentasi dan pengemasan produk berjalan sesuai standar keselamatan kerja kimia, sehingga warga tidak sekadar menerima pengetahuan teoretis melainkan menguasai keterampilan operasional secara mandiri
