Eri Cahyadi Minta Pengelola Mal Turunkan Tinggi Pagar, Tekankan Estetika dan Rasa Aman Kota
SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi polemik pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Pahlawan. Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak meminta pengelola mal membongkar pagar yang telah dipasang, melainkan hanya menyesuaikan ketinggiannya agar tidak mengganggu estetika kota.
Eri mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola beberapa mal yang memasang pagar di area depan maupun sekitar kawasan pusat perbelanjaan. Ia menilai pagar tetap diperlukan dalam kondisi tertentu, namun sebaiknya tidak dibuat terlalu tinggi sehingga kawasan tetap terlihat terbuka dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami sudah meminta agar pagarnya diturunkan, tidak terlalu tinggi. Yang saya inginkan ketika ada pagar, orang yang berjalan tetap merasa terang dan nyaman. Jangan sampai pagar yang terlalu tinggi justru mencerminkan rasa takut, padahal Kota Surabaya ini aman,” ujar Eri.
Menurut Eri, pemasangan pagar tinggi hanya dilakukan di beberapa mal, bukan seluruh pusat perbelanjaan di Surabaya. Karena itu, Pemkot tidak mengeluarkan kebijakan pembongkaran secara menyeluruh, melainkan mengedepankan koordinasi dengan masing-masing pengelola.
Ia juga meluruskan anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa pagar dipasang sebagai antisipasi terhadap aksi demonstrasi atau gangguan keamanan. Berdasarkan penjelasan yang diterima Pemkot, pagar tersebut dipasang untuk mengatur arus pejalan kaki agar tidak menyeberang sembarangan, terutama di kawasan yang memiliki lalu lintas padat.
Sebagai contoh, Eri menyinggung kawasan sekitar Tunjungan Plaza di Jalan Basuki Rahmat. Menurutnya, masih banyak pengunjung yang memilih menyeberang langsung di depan mal meskipun telah tersedia Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Kondisi itu dinilai membahayakan keselamatan pejalan kaki maupun pengguna jalan lainnya, sehingga pengelola memasang pagar untuk mengarahkan mobilitas pengunjung menuju titik penyeberangan yang lebih aman.
Selain mengimbau pengelola mal, Pemkot Surabaya juga telah memasang barrier beton di Jalan Basuki Rahmat sebagai upaya mencegah masyarakat menyeberang sembarangan. Eri berharap keberadaan pagar maupun barrier tetap mengutamakan fungsi keselamatan tanpa mengurangi wajah kota yang terbuka, ramah, dan nyaman bagi masyarakat.
