Proteksi Berlapis Ala Vokasi UNAIR: Amankan Rumah dari Kebakaran, Lindungi Dokumen Lewat Cloud Storage
SURABAYA – Hidup di tengah dinamika kota metropolis seperti Surabaya menuntut warganya untuk memiliki kesiapsiagaan berlapis, tak terkecuali bagi warga di kawasan padat penduduk Tambaksari. Menyadari tingginya risiko kerugian ganda akibat bencana rumah tangga yakni kerusakan fisik bangunan dan hilangnya dokumen legalitas tim dosen Departemen Teknik Fakultas Vokasi UNAIR terjun ke Balai RW 9 pada Jumat (9/10/2026) untuk merumuskan ulang konsep keamanan keluarga. Mengusung pendekatan preventif dan adaptasi teknologi, edukasi ini mendisrupsi kebiasaan lama warga dalam menjaga aset berharga mereka.
Risiko kebakaran rumah tangga akibat kelalaian domestik maupun korsleting listrik di kawasan padat masih menjadi ancaman laten. Menjawab hal ini, Tofan Agung Eka Prasetya, Ph.D., membongkar tata cara mitigasi yang aplikatif, mulai dari audit instalasi listrik mandiri hingga penyiapan tas siaga bencana. Namun, menyelamatkan nyawa saja belum cukup jika aset keperdataan lenyap dimakan api. Di sinilah peran krusial arsiparis Afifatul Faizah yang mengajarkan kategorisasi arsip vital keluarga agar mudah diselamatkan. Warga diedukasi untuk berhenti menyimpan dokumen penting secara sembarangan di lemari yang rentan lembap atau mudah terbakar.
Sebagai lapisan proteksi pamungkas, warga Tambaksari diajak bermigrasi ke ekosistem digital oleh pakar teknologi UNAIR, Nasa Zata Dina, Ph.D. Sebanyak 49 peserta yang hadir langsung mempraktikkan proses pencadangan dokumen legal mereka ke cloud storage. Edukasi ini tidak sekadar mengajarkan cara mengunggah file, tetapi juga menanamkan kesadaran privasi digital tingkat tinggi melalui penerapan verifikasi dua langkah. Evaluasi mendalam melalui instrumen kuesioner di akhir sesi memastikan bahwa transformasi budaya sadar bencana dan sadar arsip digital ini benar-benar terinternalisasi, menjadikan keluarga di Tambaksari selangkah lebih maju dalam mengamankan masa depan mereka.
