Berita Positif Surabaya dan Sekitarnya

Primary Navigation

Social Navigation

Jangan Asal Beli Baby Walker! Pakar Fisioterapi UNAIR Bagikan Tips Pantau Tumbuh Kembang Anak

Education, Health

SURABAYA – Kehidupan modern sering kali mendorong orang tua untuk menggunakan berbagai perlengkapan bayi yang diklaim praktis, seperti stroller dan baby walker. Namun, tahukah Anda bahwa alat-alat tersebut berpotensi mengganggu tumbuh kembang alami si kecil? Isu krusial seputar gaya hidup pengasuhan ini dibahas mendalam dalam Webinar Nasional Fisioterapi Pediatri 2026 oleh Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Vokasi UNAIR, yang membedah kaitan antara kebiasaan harian dengan kemampuan motorik anak.

Dr. Yohanes Purwanto, Ftr., SPsi., PhD., secara tegas mengingatkan para orang tua untuk lebih membatasi penggunaan kereta dorong bayi (stroller). Penggunaan yang kelewat batas membuat anak kehilangan kesempatan untuk melatih otot punggung dan melawan gravitasi. Selain itu, anggapan bahwa baby walker membantu anak cepat berjalan adalah keliru. Bukannya mempercepat, alat ini justru sering menjadi biang kerok terjadinya cedera pada balita. Oleh karena itu, membiarkan anak bereksplorasi di lantai dengan pengawasan jauh lebih direkomendasikan ketimbang mengurungnya dalam alat bantu.

Lebih jauh, pakar fisioterapi Estu Meilani, STr.Fis., MSc., turut membagikan panduan bagi para orang tua untuk mendeteksi keterlambatan motorik sedini mungkin. Ia mengingatkan bahwa usia dua tahun pertama adalah “masa emas” bagi otak bayi untuk merespons perbaikan. Jika orang tua melihat adanya tanda-tanda keterlambatan gerak, langkah terbaik bukanlah panik, melainkan segera melakukan skrining medis terstandar (seperti KPSP). Dari hasil skrining tersebut, orang tua dapat mempelajari teknik stimulasi mandiri (home exercise program) yang tepat, sehingga proses perbaikan gerak anak dapat dilakukan secara konsisten di lingkungan rumah yang nyaman.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *