Tantangan Impementasi K3 Nasional: Mengurai Transparansi Data dan Resiko Kelelahan Kerja
SURABAYA — Tingginya angka kecelakaan kerja yang tercatat di BPJS Ketenagakerjaan mengindikasikan dua hal: tantangan pengawasan di lapangan dan perbaikan pada transparansi pelaporan. Fenomena ini menjadi topik utama dalam Seminar Nasional Bulan K3 yang diselenggarakan oleh Program Studi D4 K3 Fakultas Vokasi Universitas Airlangga.
Sektor ketenagakerjaan kini dihadapkan pada perlunya pergeseran dari sekadar kepatuhan administrasi (regulatory compliance) menuju penguatan ekosistem K3 secara holistik. Subkoordinator ELKK Kemnaker RI, Muhammad Fertiaz, menyebutkan bahwa kunci efektivitas pengawasan K3 saat ini terletak pada integrasi digital dan pembagian peran yang terukur antara pemerintah sebagai regulator dan industri sebagai pelaksana.
Di sisi teknis operasional, faktor manusia masih menjadi titik lemah utama. Kelelahan kerja (work fatigue) kerap menjadi pemicu kecelakaan yang kurang teridentifikasi dalam audit standar. Penanganan isu ini memerlukan keterlibatan aktif medis perusahaan untuk melakukan pemantauan kondisi lapangan secara berkala.
Sinergi antara perguruan tinggi seperti UNAIR dalam memetakan riset dan menyediakan SDM berkompeten diharapkan mampu menekan angka kecelakaan kerja sekaligus meningkatkan produktivitas industri secara nasional.
