Berita Positif Surabaya dan Sekitarnya

Primary Navigation

Social Navigation

Messi Kembali Merumput Setelah Kehilangan Sang Ayah, Inter Miami Tumbang 2-3 dari León

Entertainment, Sports

MIAMI — Lionel Messi akhirnya kembali menginjakkan kaki di lapangan bersama Inter Miami setelah melewati masa penuh duka akibat meninggalnya sang ayah, Jorge Messi. Dalam pertandingan melawan Club León pada lanjutan Leagues Cup 2026, Kamis (13/8/2026) pagi WIB, Messi masuk pada babak kedua dalam laga yang berlangsung penuh drama.

Pertandingan tersebut menjadi salah satu momen paling emosional bagi Messi. Hanya beberapa hari setelah kehilangan sang ayah yang selama puluhan tahun menjadi sosok penting dalam kehidupan dan perjalanan kariernya, pemain berusia 39 tahun itu kembali mengenakan jersey Inter Miami dan berusaha membantu timnya meraih kemenangan.

Messi tidak dimainkan sejak awal pertandingan. Ia memulai laga dari bangku cadangan sebelum akhirnya masuk pada awal babak kedua untuk menggantikan Dániel Pintér.

Keputusan tersebut membuat perhatian publik langsung tertuju kepada Messi. Bukan hanya karena statusnya sebagai pemain terbesar di Inter Miami, tetapi karena pertandingan ini menjadi penampilan pertamanya setelah kepergian Jorge Messi.

Memulai dari Bangku Cadangan

Inter Miami mengawali pertandingan tanpa Messi di starting XI. Tim asuhan Javier Mascherano tetap berusaha tampil agresif sejak menit pertama meskipun kehilangan pemain andalannya di lini depan.

Upaya tersebut membuahkan hasil menjelang akhir babak pertama. Dániel Pintér membawa Inter Miami unggul 1-0 pada menit ke-42. Gol tersebut membuat Inter Miami menutup paruh pertama pertandingan dengan keunggulan.

Namun, sorotan utama tetap tertuju kepada bangku cadangan. Messi berada di sana, menunggu kesempatan untuk kembali ke lapangan setelah beberapa hari tidak tampil karena duka yang tengah ia rasakan.

Memasuki babak kedua, momen yang ditunggu akhirnya tiba.

Messi masuk ke lapangan pada awal babak kedua. Kembalinya sang kapten mendapat perhatian besar karena ini bukan sekadar pergantian pemain biasa. Messi kembali bermain setelah kehilangan ayahnya, sosok yang memiliki peran besar dalam membentuk kariernya sejak ia masih kecil.

Pertandingan Berubah Setelah Messi Masuk

Kehadiran Messi memberikan dimensi berbeda bagi permainan Inter Miami. Namun, León mampu memberikan perlawanan sengit dan membuat pertandingan semakin terbuka.

León menyamakan kedudukan melalui Daniel Arcila pada menit ke-50. Hanya beberapa menit kemudian, Inter Miami kembali mendapatkan keunggulan melalui Yannick Bright pada menit ke-53.

Kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk Inter Miami.

Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama.

León terus memberikan tekanan dan akhirnya berhasil mencetak gol kedua melalui Juan Domínguez pada menit ke-61. Skor kembali imbang 2-2.

Pertandingan semakin menegangkan ketika kedua tim saling mencari gol kemenangan. Inter Miami berusaha memanfaatkan pengalaman dan kreativitas Messi untuk kembali menciptakan peluang, sementara León tampil berani dan tidak hanya bertahan.

Memasuki menit-menit akhir pertandingan, León akhirnya mendapatkan momen penentu. Daniel Arcila kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-83.

Gol tersebut membuat León berbalik unggul 3-2.

Inter Miami mencoba mengejar ketertinggalan pada sisa pertandingan, tetapi upaya mereka tidak menghasilkan gol penyama kedudukan. Peluit panjang akhirnya berbunyi dengan skor Inter Miami 2-3 León.

Kembali Bermain di Tengah Duka

Meski Inter Miami harus menerima kekalahan, perhatian terhadap Messi tidak hanya tertuju pada performanya di lapangan.

Kembalinya Messi memiliki makna emosional yang jauh lebih besar.

Jorge Messi meninggal dunia beberapa hari sebelum pertandingan. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga Messi dan juga dunia sepak bola yang mengetahui betapa besarnya peran Jorge dalam perjalanan karier putranya.

Sejak Messi masih kecil, Jorge menjadi salah satu orang yang selalu berada di belakangnya. Ia mendukung perjalanan Messi dari Rosario hingga akhirnya pindah ke Spanyol dan berkembang menjadi salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.

Jorge juga memiliki peran profesional yang besar dalam karier Messi. Selama bertahun-tahun, ia menjadi perwakilan dan penasihat putranya dalam berbagai urusan profesional.

Karena itu, kehilangan Jorge bukan sekadar kehilangan seorang ayah bagi Messi. Ia juga kehilangan sosok yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan panjangnya sebagai pesepak bola.

Beberapa hari setelah kabar duka tersebut, Messi mengungkapkan perasaannya melalui pesan emosional untuk sang ayah. Ia menggambarkan betapa beratnya menjalani kehidupan tanpa sosok yang selama ini selalu mendampinginya.

Bahkan, kepergian sang ayah membuat Messi mulai mempertanyakan masa depannya dalam sepak bola.

Sepak Bola di Tengah Kehilangan

Pertandingan melawan León menjadi gambaran bahwa kehidupan seorang pesepak bola profesional terkadang harus terus berjalan meskipun kondisi pribadi sedang tidak mudah.

Messi mungkin belum sepenuhnya terbebas dari kesedihan. Namun, pagi itu ia kembali mengenakan seragam Inter Miami, memasuki lapangan, dan menjalankan tugasnya sebagai seorang pemain.

Tidak ada gol dari Messi yang mampu mengubah hasil pertandingan. Tidak ada kemenangan yang bisa menjadi hadiah bagi kembalinya sang kapten.

Sebaliknya, ia justru harus melihat Inter Miami kalah 2-3 setelah sempat unggul 2-1.

Namun, bagi Messi dan orang-orang terdekatnya, pertandingan tersebut mungkin memiliki arti yang berbeda.

Kembali ke lapangan beberapa hari setelah kehilangan ayahnya merupakan sebuah langkah kecil untuk melanjutkan kehidupan. Sepak bola yang selama ini menjadi bagian terbesar dari hidup Messi kembali menjadi tempatnya beraktivitas.

León Pulang Membawa Kemenangan

Bagi León, kemenangan 3-2 atas Inter Miami menjadi hasil penting. Mereka mampu bangkit setelah tertinggal dua kali dan akhirnya membalikkan keadaan melalui dua gol Daniel Arcila serta satu gol Juan Domínguez.

Inter Miami harus menerima kenyataan bahwa kehadiran Messi belum cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan.

Tim asal Miami tersebut sebenarnya memiliki momentum positif setelah unggul 1-0 di babak pertama dan kembali memimpin 2-1 setelah Messi masuk. Namun, pertahanan mereka kemudian gagal mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

León memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sangat baik dan berhasil membawa pulang kemenangan.

Lebih dari Sekadar Skor 2-3

Hasil akhir 2-3 untuk kemenangan León memang menjadi catatan resmi pertandingan. Tetapi bagi Messi, laga ini akan dikenang karena alasan yang lebih personal.

Ini adalah hari ketika ia kembali bermain setelah kehilangan ayahnya.

Di usia 39 tahun, ketika masa depan kariernya sendiri mulai menjadi pertanyaan, Messi harus menghadapi salah satu kehilangan terbesar dalam hidupnya. Namun, ia tetap kembali ke lapangan.

Messi masuk pada babak kedua. Ia bermain bersama rekan-rekannya, mencoba membantu Inter Miami, dan menjalani kembali rutinitas yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari kehidupannya.

Kekalahan dari León tentu bukan hasil yang diharapkan. Tetapi di balik skor 2-3 tersebut, ada sebuah cerita tentang seorang anak yang baru kehilangan ayahnya dan seorang pesepak bola yang mencoba kembali berdiri.

Pagi itu, Messi memang tidak membawa Inter Miami meraih kemenangan. Namun, ia berhasil melakukan sesuatu yang jauh lebih personal: kembali merumput, beberapa hari setelah kehilangan sosok yang selalu berada di belakang perjalanan panjangnya.

Bagi dunia sepak bola, laga Inter Miami kontra León mungkin hanya tercatat sebagai kemenangan 3-2 untuk tim asal Meksiko. Namun bagi Lionel Messi, pertandingan tersebut menjadi satu halaman baru dalam hidupnya—halaman yang ditulis dengan kesedihan, kenangan, dan keberanian untuk kembali melangkah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *